Karena hidup itu hanya sekali dan penuh warna...
Karena hidup itu tergantung cara kita menjalaninya...
Karena hidup itu begitu indah, jika kita senantiasa bersyukur pada-Nya...
Powered by: Tumblr
Theme by: Heather Rivers
Jaman dulu saya mengambil kuliah PPL, kayanya jadi asistennya seru. Ngurusin spek, ngeliat anak-anaknya ngerjain perangkat lunak mpe jadi. Paling seru tentunya di akhir-akhir, saat semua perangkat lunak sudah berjalan dengan baik. Dan yang penting, ga perlu pusing-pusing soal dokumen, karena semuanya diurus dosen.
Dan sekarang. Here it comes. Dosen kita tampaknya sangat sibuk sekali. Alhasil, asisten dimintai bantuan memeriksa dokumen. Ditambah, dokumen mereka sekarang harus mengadopsi web engineering, ga cuma RUP seperti waktu saya ambil PPL. Web engineering, pelajaran semester 7, dan saya sudah lupa-lupa ingat. Ditambah malasnya minta ampun buat buka-buka materi kuliah lagi.
Fyuh, dari asistensi tadi, tampaknya saya harus bongkar-bongkar materi kuliah lagi. Prihatin juga melihat dokumen yang tidak sesuai dengan program atau program yang tidak sesuai dokumen atau apapunlah. Pokoknya ga match. Sebentar lagi deadline iterasi 2, dan tampaknya dari hasil iterasi 1-nya sendiri masih banyak yang perlu dibenahi.
Hmm… Yosh. Ga boleh males-malesan lagi. Dari sekarang belajar meriksain dokumen dengan serius.
* Hmm… Ceritanya ini sesi curhatan pribadi, tapi sebenernya pengennya nulisnya ga kaya gini. Sementara ini dulu lah. Maklum lagi rada bad mood dan bete, dan sejumlah oknum justru memperparah ke-bete-an itu. Ga ngerti apa orang lagi kesel. Dah ditulis di status fesbuk tadi pagi padahal. Sebel…
Kemarin ikut Presidential Lecture Series 1 yang diisi oleh Bapak B. J. Habibie.
Bagian awal acara diisi dengan sambutan dari Pak Djoko a.k.a Pak Rektor. Beliau berkata bahwa pelajaran yang ia peroleh pagi ini dari Pak Habibie adalah ‘guru terbaik Anda adalah otak Anda sendiri’.
Bagian akhir ditutup oleh Pak Hermawan. Beliau berkata bahwa pelajaran penting yang ia peroleh dari Pak Habibie selama pemaparan materi adalah ‘sayangilah istri Anda’ karena kesuksesan Pak Habibie hingga sekarang tentunya tak lepas dari dukungan sang istri.
Hihihi. Yang diinget malah ini ;))